Via Vallen dan Angin Segar untuk Genre Musik Dangdut

Jika ditanya siapakah penyanyi dangdung paling populer saat ini, tentu saja mayoritas orang akan menjawab “Via Vallen”. Nama penyanyi ini memang sangat cetar belakangan ini dan tampaknya tidak berlebihan untuk menyebutnya sebagai penyanyi dangdut dengan popularitas puncak. Dan yang membuat dirinya hebat lagi adalah bagaimana dia berhasil dengan sukses mematahkan pemahaman kebanyakan orang bahwa dangdut itu harus berhubungan dengan goyangan seksi ataupun pakaian seksi.

via vallen- sayang

Sangat menarik memang untuk mengetahui lebih jauh tentang kisah dara ini hingga sampai ke puncak popularitas seperti yang direngkuhnya sekarang ini. Via Vallen mengaku bahwa dirinya sudah mulai mengenal dunia tarik suara sejak masih duduk di bangku sekolah dasar tepatnya saat masih kelas lima. Kala itu, dirinya sudah beberapa kali ikut ajang lomba menyanyi. Bakatnya tersebut ternyata menurun dari ayahnya yang bernama Mohammad Arifin yang mencintai dunia musik dan merupakan seorang gitaris.

Uniknya, ternyata Via Vallen yang memiliki nama asli Maulidia Octavia ini sebenarnya dulu belum menggemari dangdut. Musik yang disukainya dulu adalah genre pop rock dan yang diidolakannya adalah Evanescence serta Avril Lavigne. Menurutnya, kedua penyanyi tersebut memiliki pesona suara yang powerful dan gaya panggung yang sederhana serta simple. Via juga mengaku bahwa nama panggungnya diambil dari judul album pertama Evanescence. Judul album tersebut adalah Fallen yang kemudian diplesetkan olehnya menjadi Vallen.

via vallen - angin segar untuk dangdut

Seiring berjalannya waktu, Via Vallen menjadi tertarik terhadap musik dangdut dan merasa tertantang untuk mempopulerkan dangdut sampai ke luar negeri. Via Vallen ingin musik dangdut bisa diterima oleh penikmat musik mancanegara seperti bagaimana musik luar negeri bisa dengan mudah diterima di tanah air. Bakat Via Vallen pun akhirnya terendus oleh Sera yang merupakan kelompok orkes dangdut yang paling terkenal di Indonesia. Sejak tahun 2008, Via Vallen manggung dari satu kota ke kota yang lainnya bersama Sera.

Sejak awal penampilannya sampai sekarang, Via mengaku bahwa dia sudah membuat komitmen tentang gaya “berdangdutnya”. Dia tidak ingin menjiplak penyanyi dangdut yang lainnya dan terbawa arus untuk tampil serba seksi di atas panggung. Via lebih memilih untuk menggunakan gaya yang lebih menyegarkan dan jauh dari kesan seksi. Malahan, Via sering menggunakan dandanan khas Harajuku asal Jepang atau malah seperti gaya Korea.

via vallen di atas panggung

Dan akhirnya, impian Via Vallen pun tercapai dengan menggelar konser di Hongkong serta Tiongkok di tahun 2016 yang lalu. Di konser tersebut, dirinya membawakan lagu-lagu dangdut dengan tujuan untuk membuat orang asing mendengar lagunya dan berharap mereka akan menyukainya. Sementara di tanah air sendiri, penggemar Via Vallen mulai menjamur.

Pelantun lagu “Sayang” tersebut disinyalir oleh Bens Leo, seorang pengamat musik kawakan, akan membawa angin yang segar untuk genre musik dangdut. Menurut Bens, dangdut itu unik. Dan fenomena Via Vallen ini mirip seperti fenomena Inul. Menurut Bens, seorang penyanyi dangdut bisa menjadi sangat terkenal hanya karena satu hal saja. Untuk kasus Inul, dirinya terkenal karena goyang ngebornya.

Sementara Via Vallen terkenal karena keunikan gayanya, terlepas dari kualitas vokalnya yang memang sudah tidak usah diragukan lagi. Bens juga menambahkan tentang bagaimana masifnya popularitas Via Vallen karena dukungan berbagai media juga seperti dunia media digital yang sangat berkembang saat ini. Bens sangat mengapresiasi apa yang sudah dicapai oleh Via Vallen dan berharap bahwa Via Vallen akan bisa membawa dangdut ke level yang lebih tinggi lagi.